Bagaimana Mengajari Anak Cara Mengelola Uang

Sekitar 20% orang tua di Indonesia tidak pernah mendiskusikan cara mengelola uang dengan anaknya, padahal pembicaraan semacam itu dapat mengajarkan anak tentang etos kerja dan kemandirian sejak usia dini.

Jika memberikan uang saku atau menyuruh anak melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan adalah cara paling popular untuk mengajarkan cara mengelola dan mendapatkan uang, Anda harus memastikan bahwa anak Anda mengetahui kenapa ia menerima uang, dan uang yang Anda berikan tersebut selaras dengan apa yang anak Anda lakukan. Begitu, menurut infografis yang dibuat oleh ChoreMonster.

Salah satu hal krusial adalah cara Anda berbicara kepada anak Anda tentang cara mengatur anggaran dan bagaimana caranya menyimpan uang untuk jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya, akan sangat bijak bila Anda memberitahu si kecil jika mereka mengurangi pengeluaran kecil seperti es krim atau tiket menonton di bioskop, dapat digunakan untuk membeli sesuatu yang besar suatu saat nanti, seperti membeli sepeda baru atau bahkan mobil.

Untuk tips yang lebih jelas tentang bagaimana cara mengajarkan anak Anda untuk mengelola uang, dan beberapa tips lain tentang pekerjaan rumah yang ringan dan dapat dilakukan oleh si kecil saat libur, silakan baca daftar di bawah ini:

  1. Uang tidak tumbuh dari pohon.

Walaupun ini mungkin belum saatnya si kecil bekerja paruh waktu saat liburan, tidak ada kata terlalu dini untuk mengajarinya tentang tanggung jawab dan kenyataan kalau uang tidak tumbuh dari pohon. Sebanyak 95% orang tua sudah membicarakan perihal pentingnya bersikap baik di depan orang lain, 87% sudah mendiskusikan keuntungan memakan makanan sehat dan menghindari junk food, dan sebanyak 81% orang tua telah memberitahu anak mereka bagaimana cara mengelola uang dengan bijak.

  1. Mengajari anak apa arti dari uang.

Berdasarkan survey yang dilakukan American Institute of CPAS (AICPA) pada tahun 2012, 89% orang tua berharap anaknya mau bekerja setidaknya 1 jam per minggu untuk mendapatkan uang saku. Ada 61% yang memberikan uang saku ke anaknya, dan 54% mulai memberikan uang saku kepada sang anak saat mereka berumur 8 tahun. Rata-rata uang saku bulanan yang diberikan kepada anak di Amerika adalah 65 dollar atau setara dengan 800 ribu rupiah, namun jumlahnya bervariasi berdasarkan umur si anak. Itu berarti orang tua menghabiskan kurang lebih 10 juta rupiah per tahun untuk memberi uang saku kepada anak mereka.

  1. Tetapkan parameter.

Jika Anda memutuskan untuk member uang saku kepada anak Anda terhadap pekerjaan rumah, jelaskan pada anak Anda kenapa mereka menerima uang tersebut. Uang yang Anda berikan harus sesuai dengan pekerjaan rumah yang dilakukan si kecil dan ajari juga mereka apa kegunaan dari uang tersebut, jadi mereka mengerti bahwa mereka harus mendapatkan uang jika menginginkan sesuatu.

  1. Tetapkan tujuan.

Buka pintu bagi anak Anda untuk mengelola uang mereka sendiri. Jelaskan mengenai tujuan dari simpanan jangka pendek dan jangka panjang, misal 25% untuk game, mainan, atau buku baru; 25% untuk pergi ke pameran atau permainan seru lain; dan 50% untuk membeli mobil pertama mereka dan untuk biaya kuliah.

  1. Ajarkan tanggung jawab.

Anak Anda pasti akan tumbuh, mungkin mereka juga akan bekerja paruh waktu, dan mulai menghasilkan pendapatan selain yang Anda berikan. Jika Anda ingin mengajarkan si kecil mengenai etos kerja, cobalah menyuruh mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah yang ringan, berikan upah atas pekerjaan yang mereka lakukan, sambil ajarkan aturan-aturan dasar mengenai etos kerja. Jangan lupa tekankan perihal tanggung jawab mereka sebagai keluarga atau orang yang tinggal di rumah itu tanpa ‘mengikat’ atau bersikap terlalu keras terhadap mereka agar mereka dapat belajar secara perlahan.

  1. Beberapa pekerjaan rumah yang dapat dilakukan oleh anak Anda di rumah.
  2. Mencabut rumput liar di halaman.
  3. Menyiram tanaman.
  4. Menanam bunga atau tanaman di halaman atau pot.
  5. Mengelap ban mobil atau motor.
  6. Mengeluarkan sampah dari dapur ke luar agar dapat diambil oleh mobil pengangkut sampah.
  7. Mengambil sampah-sampah yang berada di dalam mobil.
  8. Menyapu bekas potongan rumput di halaman.
  9. Mengumpulkan dahan-dahan dan daun-daun yang berserakan di halaman akibat angin kencang.
  10. Memotong rumput di halaman menggunakan alat pemotong rumput (tentunya hal ini hanya dapat dilakukan oleh anak yang sudah berada di bangku SMP).
  11. Membersihkan garasi.

Memberikan pekerjaan rumah ke anak dapat membuat mereka membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan pengetahuan mengenai keuangan. Setelah mereka terbiasa mendapatkan uang dari hasil jerih payah mereka, Anda juga bisa mengajarkan tentang bagaimana cara cepat dapat uang dari penghasilan tambahan. Buatlah semua dalam bentuk pemainan atau kompetisi, ini membuat mereka tidaklah bosan serta senang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *